1000 Tahun Lamanya

Cerita pendek ini terinspirasi dari lagu Tulus – 1000 Tahun Lamanya.

Selamat menikmati 🙂

“Hey…”, sapa Andika kepada Reina yang rupanya telah tiba lebih dulu di Mixie, salah satu coffeshop favorit mereka. “Sorry.. sudah lama menunggu?” tanya Andika sebelum menghempaskan dirinya ke bangku tepat dihadapan Reina.

Reina tersenyum dan menggeleng, seraya berucap “No problem, Dik…”. Andika kemudian melambaikan tangannya ke waitress dan kemudian sambil memandangi wajah Reina yang nampak teduh, ia bertanya, “Hazelnut?”. “Ya,  seperti biasa…” ucap Reina. “Hazelnut Coffee dan Americano.” ucap Andika kepada waitress yang sudah siap mencatat pesanan mereka.

“How’s your day?” tanya Andika. “Everything is great…!” ucap Reina sambil tersenyum lebar. “Aku lolos pertukaran pelajar ke Prancis…!” “Êtes-vous sûr? (Apakah kamu yakin?)” ucap Andika.Oui, je suis sur! (Ya, aku yakin!)” ucap Reina dengan penuh semangat. Andika ikut tertawa bahagia, dan kemudian berkata, “Félicitations, Reina… (Selamat, Reina…)”. “Merci… (Terimakasih…)” ucap Reina dengan mata berbinar-binar. Namun, dalam sekejap tatapan matanya kemudian berubah menjadi tatapan heran. “Whoa… Kamu bisa bahasa Prancis, Dik?” tanya Reina takjub. “Hahaha… aku yakin kamu pasti akan lolos, makanya aku belajar sedikit untuk mengucapimu selamat.” ucap Dika kemudian mengacak-acak rambut Reina yang halus. “Hmmm… so sweet..” ucap Reina sambil tersipu malu.

“Aku sudah tidak sabar untuk meninggalkan kota Jakarta, Dik… Aku ingin segera pergi ke Prancis, memulai lembaran baru disana, yah walaupun hanya sementara, tak apa. Aku benar-benar ingin sendiri.” ucap Reina, sambil memainkan gelas kopinya ke kiri dan ke kanan, sambil terus menunduk.

“Hey… pastikan motivasimu adalah untuk belajar, ok? Nothing else.” ucap Andika tegas. “Sambil menyelam minum air dong Dik… belajar hal baru dan belajar melupakan masa lalu.” ucap Reina pelan sambil tersenyum getir. Andika menatap mata Reina yang menyiratkan sedikit kesedihan.

Please, dont look at me like that, Rei… gumam Andika dalam hati.

Andika mengalihkan pandangannya ke luar jendela, kemudian berkata, “kamu ga takut kangen berat sama aku?” Reina tertawa dan berkata, “Hmm… kamu pengen dikangenin? Hahaha…” Andika diam saja. Reina kemudian menyentuh jari-jarinya dan berkata, “Pasti, Dik. Aku pasti kangen kamu… Kamu teman yang sangat baik.” ucap Reina tulus.

Andika kemudian memandangi wajah Reina, gadis kesayangannya yang sebentar lagi akan pergi ke Prancis untuk waktu 1 tahun. “Baik-baik yah disana. Jaga diri dan kesehatanmu. Call me if you feel sad or desperate. Dont ever forget me when you are happy too.” ucap Andika sambil tersenyum.

“Saat kamu pulang, semoga kamu masih Reinasha Firdina yang aku kenal. Reina yang sudah melupakan masa lalunya juga…” ucap Andika pelan.

Reina tersenyum tipis. “Thanks Dik. Ketika kita bertemu lagi, semoga kamu juga masih Andika Perwira yang aku kenal. Dika yang baik, lucu dan menggemaskan.” ucap Reina sambil mencubit pipi Andika.

Andika tersenyum kemudian berkata, “Kita sudah kenal berapa lama Rei? Aku tidak pernah berubah kan? Yah mungkin kadang aku agak sedikit cuek dan mulai sibuk… tapi…” Andika terdiam.

“Tapi… tapi apa?” tanya Reina. Andika tersenyum dan berkata pelan, “Mon cœur est toujours la vôtre.” Reina kaget, ia memandang takjub, namun kemudian berkata, “Sorry, what is the meaning?” tanya Reina.

Andika tertawa, kemudian berkata, “Pergi dulu ke Prancis dan cari tahu artinya disana, ok?”

Reina kemudian ikut tertawa sambil berkata, “Oke.. .oke… awas yah, kalau artinya ternyata ngeledekkin aku…

Mereka berdua tertawa bersama, dan kemudian hujan turun di luar sana. Sambil menyeruput gelas kopi masing-masing, mereka sama-sama memandangi tetesan air hujan yang turun melalui jendela, sesaat masing-masing mereka tenggelam dalam pikiran masing-masing.

Reina : (I know what you mean, Dik… Sorry, I act like I dont know anything…)

Andika : (I know you know it Rei, I’ll wait until you admit it…)

Reina : (Would you wait for me, Dik?)

Andika : (I’ll be waiting you even for 1000 years, Rei…)

Mereka tersenyum satu sama lain, setelah mereka selesai dengan pikirannya masing-masing.

“Yuk, aku antar pulang.” ucap Andika sambil tersenyum.

Note :

Mon cœur est toujours la vôtre = My heart is always yours.

Lyric Lagu Tulus – 1000 Tahun Lamanya

Bila kau sanggup untuk melupakan dia
Biarkan aku hadir dan menata
Ruang hati yang telah tertutup lama

Jika kau masih ragu untuk menerima
Biarkan hati kecilmu bicara
Karena ku yakin kan datang saatnya

Kau jadi bagian hidupku
Kau jadi bagian hidupku

Takkan pernah berhenti untuk selalu percaya
Walau harus menunggu seribu tahun lamanya
Biarkanlah terjadi wajar apa adanya
Walau harus menunggu seribu tahun lamanya

Jika kau masih ragu untuk menerima
Biarkan hati kecilmu bicara
Karena ku yakin kan datang saatnya

Kau jadi bagian hidupku
Kau jadi bagian hidupku

Takkan pernah berhenti untuk selalu percayai
Walau harus menunggu seribu tahun lamanya
Biarkanlah terjadi wajar apa adanya
Walau harus menunggu seribu tahun lamanya

Selama apapun itu
ku akan setia menunggu

Takkan pernah berhenti untuk selalu percaya
Walau harus menunggu

Takkan pernah berhenti untuk selalu percaya
Walau harus menunggu seribu tahun lamanya
Biarkanlah terjadi wajar apa adanya
Walau harus menunggu seribu tahun lamanya